waktu tak akan kembali

MEMANDIKAN JENAZAH

Sabtu, 08 Oktober 2011 0 komentar

     KEUTAMAAN MENGURUS JENAZAH
Rasulallah Shallallaahu ’Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa memandikan (jenazah) seorang muslim seraya menyembunyikan (aib)nya dengan baik, maka Allah akan memberikan ampunan empat puluh kali kepadanya. Barangsiapa membuatkan lubang untuknya lalumenutupinya, maka akan diberlakukannya pahala sepertipahala orang yang memberikan tempat tinggal kepadanya sampai hari kiamat kelak. Barangsiapa mengkafaninya, niscaya Allah akan memakaikannya sundus (pakaian dari kain sutera tipis) dan istabraq (pakaian sutera tebal) Surga di hari kiamat kelak.”
 (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Al-Hakim berkata; Shahih dengan syarat Muslim. Dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)
HADIST MEMANDIKAN JENAZAH
“ Barangsiapa memandikan mayit kemudian tidak menyiarkan keburukan mayit itu maka  dikeluarkanlah dosa-dosanya seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya ”
 (H.R. Ibnu Majah)

B.     PIHAK YANG BERHAK MENGURUSI JENAZAH
Hendaknya yang mengurusi jenazah adalah orang yang lebih mengetahui sunnahnya  dengan tingkatan sebagai berikut;
1.         Jenazah laki-laki diurusi oleh orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya). Kemudian Bapaknya, lalu anak laki- lakinya, kemudian keluarga terdekat si mayit.
2.         Jenazah wanita diurusi oleh orang yang telah ditunjuk oleh si mayit sendiri sebelum wafatnya (berdasarkan wasiatnya). Kemudian Ibunya, kemudian anak wanitanya, kemudian keluarga terdekat si mayit.
3.         Suami diperbolehkan mengurusi jenazah istrinya, begitu pula sebaliknya.
4.         Adapun jenazah anak yang belum baligh dapat diurusi oleh kaum laki-laki atau
5.         perempuan karena tidak ada batasan aurat bagi mereka.
6.         Apabila seorang lelaki wafat di antara kaum wanita (tanpa ada seorang lelaki muslim pun bersama mereka dan tanpa ada istrinya atau ibunya) demikian pula sebaliknya maka cukup ditayamumkan saja.
7.         Seorang muslim tidak diperbolehkan mengurusi jenazah orang kafir (QS. At- Taubah ; 84)

C.     ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN
1.      Gunting, untuk menggunting pakaian si mayit sebelum dimandikan.
2.      Sarung tangan bagi petugas yang memandikan mayit.
3.       Sabut penggosok (spons).
4.      Alat penumbuk dan cawan besar untuk menghaluskan kapur barus\
5.      Perlak plastik atau sejenisnya.
6.      Sidr (perasan daun bidara), bila sulit didapatkan boleh menggantinya dengan
7.      Shampoo dan sabun.
8.      Kapur barus.
9.         Masker bagi petugas.
10.  Kapas.
11.  Air.
12.  Minyak wangi kesturi.
13.  Plester perekat.
14.  Gunting kuku dan rambut.
15.  Handuk atau sejenisnya
16.  Sisir
17.  Kain kafan; dua lembar berwarna putih bersih dan satu kain putih bergaris(hibar ah) atau tiga lembar seluruhnya berwarna putih bersih bagi laki-laki.

D.    RUKUN MEMANDIKAN JENAZAH
1.                   Niat
2.                   Mengucapkan  Basmalah
3.                   Meratakan air ke seluruh tubuhnya

E.   ADAB MEMANDIKAN JENAZAH
1.                   Menutupi/tidak melihat auratnya
2.                   Tidak memandikan langsung di bawah matahari
3.                   Yang memandikan harus orang terpercaya
4.                   Tidak dihadiri selain orang yang memandikan
5.                   Tidak membicarakan auratnya apalagi cacat badannya
6.                   Mayit dihadapkan ke kiblat
7.                   .Lembut dalam setiap urusan
8.                   .Melapisi tangan dengan kain/sarung tangan

F.      TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH
1.                   DIHADAPKAN KE KIBLAT
Mayit dihadapkan kiblat dengan kepala lebih tinggi daripada kaki agar air yang mengandung najis tidak mengalir kembali ke bagian yang sudah bersih


2.                   DILUNAKKAN PERSENDIANNYA
Gerak-gerakkan tangan sampai siku ke pundak, dan kaki ke paha, kemudian direntangkan lagi, kecuali yang sudah kaku
3.                   MELAPISI TANGAN
Memakai kaus tangan dari bahan yang lembut (seperti kaus) untuk membersihkan najis Caranya dengan menekan-nekan perlahan perut (daerah pusar) kecuali bagi yang hamil hanya diusap. Jika kaus tangannya sudah kotor dibuang lalu diganti
4.                   BERSIHKAN MAYIT DARI BERBAGAI KOTORAN
a.                   Bekas plester dibersihkan dengan minyak
b.                   Bekas kotoran lain bersihkan dengan sabun
c.                   Kotoran mata usap perlahan dengan kaus tangan atau kapas
d.                  Lubang hidung diusap dari luar
e.                   Rongga mulut diusap perlahan dengan kaus tangan
f.                    Daun telinga diusap seperti wudhu
g.                   Sela sela jari diusap seperti wudhu
h.                  Sela-sela kuku dibersihkan dengan alat yang tidak tajam (tidak perlu  digunting)
5.                   MEWUDHUKAN
Wudhukan mayit secara sempurna tanpa berkumur atau memasukkan air hidung
6.      MEMANDIKAN
a.                        Bersihkan rambut, kepala, wajah, dan leher, dengan sabun/ shampo
b.                        Bersihkan bahu sampai telapak tangan kanan kemudian kiri
c.                        Bersihkan badan bagian kanan atas dari pundak sampai kaki
d.                           Miringkan jenazah ke kiri, bersihkan badan bagian kanan belakang dari   pundak ke kaki
e.                        Bersihkan badan bagian kiri atas dari pundak hingga kaki
f.                                   Miringkan jenazah ke kanan, bersihkan badan bagian kiri belakang dari pundak hingga kaki

G.    PENGGUNAAN AIR
a.      Siram dengan air bersih dari kepala sampai kaki sebanyak tiga kali/ gayung
b.      Bersihkan jenazah dengan sabun dengan urut
c.       Bilas sampai bersih. Boleh memakai selang asal tidak deras
d.      Bila masih keluar najis/darah, bersigkan tempat keluarnya. Bila masih tetap keluar tutup dengan kapas secukupnya atau tanah liat yang dipanaskan. Lalu wudlukan lagi

H.    KETENTUAN MANDI BAGI YANG MEMANDIKAN JENAZAH dan  BERWUDHU BAGI YANG MENANDU KERANDA JENAZAH
Disunnahkan bagi orang yang telah memandikan jenazah untuk mandi. Rasulallah  Shallallaahu ’Alaihi Wa Sallambersabda;
Barangsiapa telah selesai memandikan jenazah, hendaklah ia mandi; dan  barangsiapa yangmengangkatnya hendaklah ia berw udhu.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA. At-tirmidzi menilainya  sebagai hadits hasan)








  1. TAYAMUM
Apabila :
1.                   Karena tidak ada air
2.                   Karena badannya akan semakin hancur jika dimandikan
3.                   Jika laki-laki meninggal di tempat yang tidak ada laki-laki lain atau sebaliknya

J.       JENAZAH YANG WAJIB DAN TIDAK WAJIB DIMANDIKAN
1.                  WAJIB: Muslim yang mati syahid bukan karena menghadapi orang kafir
2.                  TIDAK WAJIB: Jenazah orang kafir dan jenazah muslim yang mati syahid di tangan orang kafir

  1. TUJUH GOLONGAN MUSLIM YANG MATI SYAHID BUKAN DI TANGAN ORANG KAFIR
1.                   Karena sampar (atau wabah)
2.                   Karena kolera
3.                   Karena lambung (tumor ganas)
4.                   Mati terbakar
5.                   Mati tenggelam
6.                   Mati tertimbun
7.                   Melahirkan

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©Design by MAN Sidoarjogoresan pelajar | (y)